Deklarasi Calon Legislatif dari PSI Klaten

Sebagai partai politik baru, PSI (Partai Solidaritas Indonesia) mengedepankan semangat pembaharuan dengan membawa banyak darah segar dari kaum muda dalam kancah perpolitikan di Indonesia. Hal ini tidak hanya terjadi dalam konteks struktur kepengurusan dari pusat ke daerah yang mensyaratkan usia maksimal untuk pengurusnya, tapi juga dalam strategi pemilihan calon-calon legislatif yang akan mewakili partai PSI di kursi dewan. Dengan masih mengantongi rapor bersih sebagai partai baru, PSI tidak hanya menempatkan semangat pembaharuan, ke-“bhineka”-an, serta anti korupsi sebagai slogan semata, kantor pusat PSI turut memastikan semua calon legislatif yang disodorkan ke KPU, sebanyak 576 bakal caleg tidak memiliki rekam jejak sebagai koruptor (terlibat praktek korupsi) serta menduduki salah satu komposisi tertinggi dalam perbandingan calon legislatif wanita dibandingkan calon legislatif pria sebanyak 45% keterwakilan dari wanita.

Dengan masih mengantongi rapor bersih sebagai partai baru, PSI tidak hanya menempatkan semangat pembaharuan, ke-“bhineka”-an, serta anti korupsi sebagai slogan semata

Suara pembaharuan yang digaungkan PSI ini juga ikut teresonansi sampai ke tingkat daerah. Khususnya untuk wilayah Kabupaten Klaten, DPD PSI Klaten pada hari minggu, 5 Agustus 2018 melakukan deklarasi calon legislatif (caleg) tingkat DPRD di Sempulur Coffee, Sekarsuli, Klaten Utara. Dari total 15 Caleg dari PSI Klaten yang berpartisipasi ini, diharapkan mampu menjawab banyak keraguan warga klaten terhadap politisi-politisi senior juga mampu mengubah haluan Klaten ke arah yang lebih baik dan jauh dari politik dinasti.

Wajah-wajah muda nan optimis terlihat di acara deklarasi ini dengan berbagai latar belakang serta motivasi. Ketua DPD PSI Klaten, Riki Prapto Nugroho selain menyampaikan penyerahan amanat perolehan suara kepada para caleg juga menyampaikan pembekalan yang secara garis besar adalah menanamkan semangat solidaritas antara para caleg dalam perolehan suara di masing-masing Dapil (Daerah Pemilihan), juga kembali mengingatkan supaya strategi pemenangan suara tetap berlandaskan pada “niat baik untuk membangun kembali Kota Klaten”.

 

Metode penghitungan suara “Saint Lague” sebagai dasar perhitungan perolehan kursi bagi partai-partai yang bertarung di pencalonan legislatif juga menjadi sorotan tersendiri pada acara deklarasi ini. Riki juga menyebutkan “Adanya pembagian tugas yang jelas antara Pengurus Partai serta kerjasama antara para calon legislatif dalam satu dapil adalah kunci dalam perolehan kursi keterwakilan  PSI Klaten di DPRD, oleh karenanya para caleg dalam satu dapil diharapkan bisa berkolaborasi dengan maksimal!” . Riki juga mempertegas supaya, tidak adanya praktek politik uang dalam strategi pemenangan para caleg.

 

Leave your comment