Stasiun Klaten

CategoryUmum
LocationKlaten
Rating
0.0
Status Closed nowOpens at 08:00:AM today

Kereta api menjadi salah satu transportasi jarak jauh yang menjadi pilihan utama masyarakat masa kini. Proses pemesanan tiket dan ketepatan waktu yang sudah lebih baik membuat masyarakat khususnya kalangan menengah ke bawah lebih melirik transportasi ini ketimbang yang lain. Kali ini Klatenia akan membahas salah satu stasiun kereta api yang berada di klaten. Stasiun Kereta Api Klaten berada di Jalan K.H. Samanhudi 53, Kel. Tonggalan, Kec. Klaten Tengah, Kab. Klaten. Pengelolaan perkereta apian di wilayah Klaten termasuk dalam Daop 6 Yogyakarta.

Stasiun Klaten

Stasiun ini terletak dekat jalan by pass yang melingkari wilayah kota Klaten. Stasiun ini memiliki enam jalur dengan jalur 1 dan 2 sebagai sepur lurus. Sebagian besar kereta api yang melewati jalur Solo-Yogyakarta berhenti di stasiun ini. Stasiun Klaten berada di ketinggian +151 meter di atas permukaan laut. Posisinya yang berada di antara Kota Yogyakarta dan Kota Surakarta membuat Stasiun Klaten membuat hampir semua kereta penumpang jarak jauh maupun dekat berhenti di sani, dari kelas ekonomi, bisnis bahkan eksekutif. Seperti pada stasiun umumnya, di sini tersedia alat cetak boarding pass, parkir kebdaraan, toilet dan yang utama loket pemesanan KA jarak jauh dan lokal, pelayanan tiket di layani mulai jam 8 hingga jam 4 untuk KA lokal sedangkan KA jarak jauh di layani hingga pukul 8 malam. Stasiun Klaten dibangun pada masa pemerintahan Belanda tahun 1910, tapi catatan sejarah lain menuliskan stasiun ini dibangun antara tahun 1903 – 1910. Stasiun Klaten merupakan stasiun pertama yang dibangun di jalur antara Surakarta dan Yogyakarta. Pembangunan ini dilakukan mengingat semakin berkembangnya perekonomian karena kemajuan di bidang industri perkebunan, terutama gula.

Stasiun Klaten

Dulunya, Stasiun Klaten merupakan salah satu jalur kereta api vortelanden, yang menghubungkan Yogyakarta dan Surakarta, dan berlanjut ke Semarang. Jalur yang dulu dikelola oleh NIS ini mulanya hanya difokuskan untuk mengangkut hasil industri perkebunan tebu, kopi, tembakau, dll yang akan diekspor melalui pelabuhan Semarang.

 

Write a Review

Click to rate