Meriahnya Festival Tahunan Gejog Lesung Klaten

Cawas, 21 Juli 2018 – Gejog Lesung merupakan festival tahunan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT KLATEN yang ke-214 dengan tema “Lathi, Ati lan Pakarti Nyawiji Mambangun Klaten kang Edi Peni”, di mana tahun ini adalah tahun ke empat bagi terselenggaranya festival tersebut.

Kegiatan ini diselenggarakan di lokasi yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu Lapangan Desa Barepan Kecamatan Cawas yang berada di samping SMP Negeri 1 Cawas. Pengunjung yang ingin menikmati acara ini tidak dikenakan biaya masuk serta tidak ada biaya parkir. Namun, pada saat acara berlangsung para pengunjung tidak diperkenankan berada di dalam area kompetisi. Para pengunjung hanya diperkenankan menikmati pertunjukkan dari luar area kompetisi saja.

Festival Gejog Lesung Klaten
Salah Satu Peserta festival gejog lesung yang berasal dari kalikotes. (sasa)

Peserta yang mengikuti acara ini berasal dari 31 kontingen se-Kabupaten Klaten dengan rincian 25 berasal dari kecamatan se-Kabupaten Klaten dan tambahan 6 kontingen dari desa di Kecamatan Cawas. Namun demikian, terdapat 1 kecamatan dari jumlah peserta semula yakni 26 kontingen tidak andil dalam menyemarakkan festival Gejog Lesung, yaitu Kecamatan Wonosari dikarenakan kurangnya persiapan. Kontingen yang pertama kali tampil berasal dari Kecamatan Tulung. Para peserta yang hadir memeriahkan acara mengenakan pakaian adat jawa yang serasi dengan budaya Klaten. Sebagian kontingen turut menambah kemeriahan acara dengan mendandani beberapa pesertanya dengan kostum buto Rahwana dan Sinta.

Durasi yang diberikan juri kepada para kompeten dalam menyuguhkan penampilannya adalah 10 menit. Juri acara ini berjumlah 3 orang dan didatangkan dari tingkat akademisi yang masing berasal dari ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, dan Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT).

Penampilan para kompeten wajib menyuguhkan lagu wajib yaitu Lesung Jumengglung dan lagu pilihan. Lagu pilihan yang ditampilkan di antaranya adalah Ronda Malam, Gugur Gunung, dan Ronda Kampung.

Pemenang kompetisi ini dinilai dari segi harmonisasi, koreografi, kreativitas, dan kostum. Juara I dari kompetisi ini berhasil diraih oleh Desa Pesu Kecamatan Wedi sehingga berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 2.5 juta. Juara II diperoleh Kecamatan Trucuk mendapatkan Rp 2 juta, juara III Kecamatan Prambanan mendapatkan Rp 1 juta, juara harapan I medapatkan Rp 750 ribu, juara harapan II mendapatkan Rp 500 ribu. Selain uang pembinaan, pemenang juga mendapat piala, piagam, dan souvenir kain lurik. (sasa)

Leave your comment